Kota Mimpi, Awal Februari 2009
Sayang apa kabarmu. Kuharap engkau sehat dan dalam lindungannya selalu. Empat hari lagi genaplah satu bulan aku meninggalkanmu. Seperti biasa yang kau ketahui, aku terus membela diri agar tidak dipersalahkan. Satu bulan itu bukan waktu yang singkat, ternyata batinku juga tak bisa mengelak untuk memikirkanmu. Aku merindukanmu, merindukan dekapmu, hangatmu, senyummu. Aku merindukan seluruh lekuk jiwamu.


