Oh bulan
Wajahmu miris menitipkan rindu
Sebuah rindu yang kau hanyutkan di atas perahu kita
Berkelok, kemudian pecah di hempas batu cadas
Tahukah engkau, sudah berapa purnama yang kutatap?

Namun tetap saja sinarmu sembilu
Mengoyak luka hatiku tiga purnama yang lalu
Nisan ini akan menjadi saksi leguhan mimpi jejak kita
Jejak hati yang terhapus gelombang pasang
Jejak hati yang terhapus kelam. Satu hal yang membuatku tenang wahai bulan
Di samping nisanmu tumbuh sebatang ilalang[]
(Di bawah terik rembulan. Banjarbaru, 14-09-08)

7 Komentar

  1. siapa itu bulan?

  2. entah siapa yang hilang!
    tapi tuangan nya bagus

    salam dari ku

  3. Saya baru saja menulis tentang bulan warna-warni yang mengucapkan selamat pagi, tapi tidak dipublish :mrgreen:

  4. “Bulan Ilalang” catatan yang terinspirasi setiap kali pulang dari banjarbaru ke banjarmasin ya? ah, semoga saja “bulan tak tertusuk ilalang”, dan “bulan belah semangka” biarkan saja menjadi kenangan…

  5. oooohhh….. hhhmmmmmmm… duch otak imoetku tak mampu menerjemahkan puisinya… the big question is.. what is ilalang.. :D

  6. Rame banget tentang Bulan, kapan Matahari di publish nich …

  7. “di samping nisanmu tumbuh sebatang ilalang”, matikah cintanya?


Tulis sebuah Komentar

*
*