Pak-Mal. Mungkin perpisahan ini sudah suratan takdir. Menyisakan sebuah kesedihan yang mendalam. Terlalu banyak kenangan dan pelajaran berharga yang engkau rangkai dalam benakku. Terlalu banyak canda dan tawa yang berlalu. Terlalu banyak pengorbanan yang nyaris semu. Apakah ini keputusan akhir? Meninggalkan aku dan Banjarmasin dalam kenangan yang menggantung dilangit-langit ruko tempat tinggalmu. Ataukah karena perbuatan segelintir oknum yang mengkambing hitamkan dirimu. Menuduhmu sebagai sumber malapetaka serta kemerosotan nilai-nilai sosial? Jujur, kalau boleh kuakui engkau masih terlalu berharga bagiku. Karena engkaulah sumber informasiku.
Hitung mundur kehidupan
Kaleng-kaleng pribumi
Guratan hati + 5 gelas kopi
-
Tulisan Terakhir
-
Komentar Terakhir



