Kembali, sebuah pemikiran sok suci dan merasa paling benar tersaji bersama segelas kopi. Terserah kalian mau menilai apa. Aku tak perduli, karena aku berhak berbicara. Bukankah sekarang jaman yang serba buka-bukaan. Para artis dan selebritis boleh buka-bukaan baju di pub malam. Pejabat yang tidak kebagian jatah korupsi, boleh buka-bukaan rahasia dapur perusahaan. Lantas kenapa aku harus diam? Apakah karena slogan mereka (belum tua belum boleh ngomong) lalu aku harus diam bagai kambing yang digembala keujung jurang. Terlalu absurb. Alasan itu terlalu tipis setipis kulit bawang.
***
Hitung mundur kehidupan
Kaleng-kaleng pribumi
Guratan hati + 5 gelas kopi
-
Tulisan Terakhir
-
Komentar Terakhir


