Kemarin lusa adalah malam yang sangat melelahkan. Aku pulang kerumah dengan ion tubuh yang terkuras plus rasa pegal yang amat sangat. Di sepanjang jalan sudah terbayang; segarnya guyuran air shower dan empuknya kasur yang terbuat dari kapuk.  Setelah sehari penuh tidak menginjakkan kaki di ubin rumah, pasti rasanya akan nikmat sekali. Meluruskan bahu dan pinggang,  ditemani secangkir kopi hangat. Menulis beberapa paragrap. Atau kelelahan, lalu terlelap.

Sayang, hayalan tetaplah hayalan. Seorang teman yang entah harus kusyukuri kunjungannya atau tidak, sudah berdiri di depan rumah.  Waktu itu kira-kira jam sebelas malam. “Agh…. firasatku mengatakan malam ini akan menjadi berat dan  panjang”.

“Soir bro ane datang kemaleman Tadi ane mau ngubungin ente tapi batre hape abis Sekalian numpang ngeces ya bro” timpalnya tanpa titik dan koma.

“Agh, nga apa-apa,  ayo masuk!”

“Gini bro, ane mau minta bantuan dikit.” terangnya sambil mengeluarkan beberapa lembar kertas dari ranselnya. Ternyata, aku adalah korban sasaran terakhir Sosialisasi Pemilu LSM-nya hari itu. Dan tanpa banyak basa-basi pula beberapa pertanyaan yang menguras pikiran mengalir dengan deras dan cadas. Sayang, kondisiku kurang fit malam itu. Jawabanku banyak yang ngelantur. Ya, mau gimana lagi……

Laki-laki itu: Bagaimana tanggapan ente tentang kondisi politik negara kita dewasa ini?
Saya: Bagus. Sekarang ini demokrasi benar-benar sedang mekar dan berkembang. Hal itu dibuktikan dari banyaknya masyarakat dan mahasiswa yang berdemo tiap harinya. Kalau dulu sepi. Harga gula naik sepi, foto caleg naik juga sepi, yang rame cuma layangan kalau naik; anak-anak bersorak gembira. Hoye…naik…naik…
Laki-laki itu: *ngakak…guling-guling* dasar aktivis gila ente. Untung ente ngomong sekarang. Coba kalau ngomongnya dulu. Dah pasti masuk bui.
Saya: *bingung…garuk-garuk* ente yang LSM gila, masa main layangan aja bisa masuk bui…..

Laki-laki itu: Lalu bagaimana tanggapan ente tentang partai politik sekarang, serta caleg yang mereka usung?

Saya: Partai politik sekarang ini terlalu banyak. Masyarakat pasti kebingungan menentukan pilihan. Ada yang merah, kuning, hijau, jingga, biru, ungu, hampir semua warna ada yang punya. Partai politik itu berguna sekali untuk anak-anak TK dalam belajar  membedakan warna!!

Laki-laki itu: Sekalian belajar berhitung kan!! *wek..e..ke…ke..* Lalu…lalu bagaimana dengan calegnya?
Saya: Calegnya? Agh…. semuanya sama. Mengatas Namakan rakyat sesuatu yang sama. Janji-janji yang sama, upaya sogok yang sama. Dan sudah pasti alasan melupakan rakyatnya juga sama. Minimal pura-pura lupa. Lalu bisa jadi membuat sesuatu yang sama anehnya seperti kata teman saya ini.
Laki-laki itu: begitu,…. jadi seperti apa kriteria pemimpin yang ente harapkan?  sekarang sedang marak calon pemimpin dengan yeal-yeal yang mendayu-dayu kan?
Saya: Wah…..maaf bro, ini rahasia. Ane nga bisa bilang. Tapi kalau ada Calon Presiden dan Wakil Presiden yang menjunjung tinggi PLUR. Ane pasti contreng kedua jidatnya.
Laki-laki itu: Maksudnya?
Saya: Seperti ini lho …….

pemimpin-pilihanku

19 Komentar

  1. hahaha….
    aku juga tuh…
    kalo ada yang kaya gitu pasti aku pilih…

    semoga Indonesia semakin maju !!!! (tapi jangan kemajuan, ntar brunei + singapur + malaysia ketabrak *mode ngawur :on*)
    hahahaha

    @ agh. nga apa kalau ketabrak. paling ditilang dikit. dari pada mundur dan jatuh terus hayooo

  2. Wan..wan.. slogan tinggal slogan, janji tinggal janji awas ketipu lagi…

    @ ya, sudah langganan mba. tiap pemilu ditipu dan dibohongi. sekarang dah antipati.

  3. Halah….itu komen Nia itu sebenarnya komen saya
    gara2 kompinya habis di pake Nia…jadi yg keluar
    Id nya Nia…

    @ he..he..he… saya bisa membayangkan bang…*he..he..he…*

  4. PLUR…?

    sekarang yang banyak malah “BLUR” alias Samar-samar chuy…

    @ Blur : bunyi orang lagi mandi di sungai
    Blur : ah… alvee keracunan photoshop *wakaka…*

  5. ujungnya2 cuman janji para caleg… gak usah milih sp2 deh…

    PLUR boleh lah…

    cocoknya pakacil za ya jadi caleg… :D
    *kabur*

    @ Woy…woy… calegnya di usung dong, jangan di tinggalin……..

  6. Wah, kalau saya nggak kepikiran kalau Slank jadi Presiden dan Wapress. Pasti rame dan semarak nih negeri. Bakalan pisssss..

    @ itu pasti bang. coba kalau Slank bikin partai. bisa dibayangin pendukungnya berapa? paling tidak mereka jujur. salut buat mereka

  7. Hei,hei..dah mau pemilu’an y neh??

    Btw blm dapat kbr apa2…lagi pada minggu tenang nih.. Sabar ya.. :-)

    @ Oh iya, nga apa-apa aku sabar menantimu*he..hee..hee*

  8. # Dillah
    heii..
    apa itu sebut-sebut nama tanpa royalti !
    bayar denda: makan-makan !
    :evil:

    @ Ya, sepakat sama pakacil. saya dapat jatah juga dong om …..

  9. pilih saya saja

    @ saya takut kehujanan kalau pilih kamu weke..ke… *kabur*

  10. baru liat headernya langsung teringat tulisan saya “perempuan diujung senja”

    @ wah. Ternyata kita sama-sama penikmat senja.

  11. Ya jangan salah kan caleg kalau dah duduk dia korup,khan..Saat milih ente2 dah dapat duit malah lebih dulu dari pada sang caleg menikmati walau pun 50ribuan..

    @ agh…. itu mereka. Saya lebih memilih GOLPUT dari pada melacurkan diri

  12. Hidup Caleg…! Maju terus…! Salam Mas Ganteng from randualamsyah with love…

    @ he..he… jadi malu.

  13. ga nyangka tuh orang beda banget dari penampilan yg biasanya..
    dukung ga ya klo emang beneran bakal jadi capres & cawapres..? hehe

    @ dukung dong. paling tidak mereka meresapi makna sebenarnya “rakyat”

  14. Klo yang ini calegnya gue pilih nih HIDUP SLANK..

    @ hidup… hidup… ayo contreng

  15. PLUR bisa terwujud dengan Syariat Islam secara total. Ingat!! Islam juga menghormati Agama lain, nggak usah takut dengan Syariat Islam. kalau Islam diterapkan kedamaian, kemakmuran, kesejahteraan akan dirasakan tidak hanya oleh umat Islam tapi juga Umat non muslim.
    jangan tertipu oleh kampanye yang menyudutkan Islam, misalnya ‘kalau islam diterapkan, umat yg lain akan terusir”. bo’ong itu. Islam sangat toleran kok. Tidak ada paksaan untuk masuk Islam. Umat non muslim juga boleh tinggal dalam negara islam. dalam masalah Aqidah, makanan, ibadah mereka diberi kebebasan sesuai keyakinan mereka. Keberadaan mereka tidak dianggap sebagai warga negara kelas dua, TIdak. mereka punya hak yang sama sebagaimana warga negara yang muslim dalam hal mendapatkan keamanan, pendidikan, kesejahteraan, dsb.

    Ini bukan janji2 palsu. Syaratnya hanya satu, Islam diterapkan secara TOTAL, bukan hanya parsial (sebagian hukum islam diambil dan sebagian yg lain dibuang).
    Sejarah telah membuktikan Negara Islam pernah memimpin dunia lebih dari 13 abad (1.300 tahun) sejah Rasul Muhammad hijrah ke Madinah tahun 621 M hingga tahun 1924 M (saat Khilafah Turki Utsmani dihancurkan oleh tangan seorang Yahudi yang juga agen Iggris waktu itu,dialah Mustafa Kamal laknatullah.

    Saatnya Khilafah Islam bangkit kembali untuk memimpin dunia kali kedua

    Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah untuk menuju Indonesia yang PEACE, LOVE, UNITY, RESPECT.

    Mari berhijrah dari sistem sekuler menuju sistem Islam.

    Thnak’s ya, semoga tdk di delete

    @ tenang posting komentar ini tidak akan dihapus kok. Untuk argumen anda diatas saya cuma bisa mengacungkan jempol. semua orang berhak beranalogi. dan apa yang anda lakukan tidak salah. Saya bukan kafitalis, bukan pula yang radikal. hanya sekadar manusia yang mencoba meneriakkan nuraninya. salam kenal. avatarnya bagus

  16. hiduplah slank…hebat euy

    @ *lagunya rame-rame*

  17. slank ?
    pasti saya contreng pake SPIDOL !!
    peace !!

    @ *cekak* ntar nga sah lho om. hayoooo

  18. kapan itu terjadi
    aku sudah siap jd ketua partai tanpa gaji

    @ wakakak…. jangan tanya aku. kita tunggu lagu barunya aja

  19. Wah … wah ….
    berarti 2009 ni mereka ikut dunk ..
    *toenkkkkk*

    Ok ane coblos …

    @ lah, sekarang pake contreng bos


Tulis sebuah Komentar

*
*