Malam itu aku pulang dengan perasaan kesal yang mendalam. Jauh dilubuk hatiku mengelutuk bertanya; ada apa dengan semua ini. Jalan begitu ramai, taburan kembang api mengalahkan eloknya bintang diatas sana. Apalagi sinar bulan, sudah pasti tidak ada seorang pun yang akan menatap keindahannya. Yang ada hanya gaung motor, dentuman petasan, histeris terompet-terompet malam, serta teriakan beberapa orang yang tak jelas asal muasalnya. Mungkin kaki mereka terinjak atau tergilas roda motor karena padatnya jalan raya.
Hitung mundur kehidupan
Kaleng-kaleng pribumi
Guratan hati + 5 gelas kopi
-
Tulisan Terakhir
-
Komentar Terakhir


