Malam itu aku pulang dengan perasaan kesal yang mendalam. Jauh dilubuk hatiku mengelutuk bertanya; ada apa dengan semua ini. Jalan begitu ramai, taburan kembang api mengalahkan eloknya bintang diatas sana. Apalagi sinar bulan, sudah pasti tidak ada seorang pun yang akan menatap keindahannya. Yang ada hanya gaung motor, dentuman petasan, histeris terompet-terompet malam, serta teriakan beberapa orang yang tak jelas asal muasalnya. Mungkin kaki mereka terinjak atau tergilas roda motor karena padatnya jalan raya.


Entahlah. Kenapa mereka tidak mau membagi kesenangan itu padaku. Kenapa mereka tidak pernah memberiku alasan tentang keceriaan mereka itu. Padahal aku sedang bersedih malam ini. Seorang wanita tua yang sangat kucintai terbaring lemah disana. Disebuah kamar di salah satu rumah sakit kotaku. Beliau adalah guru Sekolah Dasarku. Senyum yang tersungging disudut bibirnya tak mampu membendung derai air mataku. Aku menangis sejadi-jadinya. Entah karena apa? Rindu, iba atau karena tidak bisa berkumpul seperti mereka yang diluar sana. Ingin sekali aku mengajak mereka kesini, merasakan perih hatiku. Ingin sekali aku mengiba kepada mereka. “Tolong beri aku sedikit kebahagian kalian, kasihanilah aku laki-laki yang hina ini.” Namun mereka tetap diam membisu. Seraya membakar tumpukan uang lima puluh ribu yang terbang keangkasa, lalu pecah bertabur cahaya.

Dalam perjalanan pulang. Diantar labirin manusia yang panjang. Dengan kecepatan 20 km per/jam. Serta selimut awan hitam kelam. Sebuah pertengkaran terjadi.

“ayolah, kau sudah menunjukkan rasa bakti pada gurumu itu. Apa salahnya sedikit bersenang-senang,” tutur Egam mendayu-dayu.

“jangan munafik. Kau belum menemukan alasan konkrit, kenapa harus mengikuti mereka dan meludahi prinsif hidupmu” Bela Utih.

“itu bohong. Justru itulah penegasan prinsifmu. Kau universal kan? Kau tidak perlu meyakini hal itu. Cukup menghormati saja. Hidup cuma sekali bung”

“ya, hidup memang hanya sekali. Permasalahannya, apakah hal itu bermakna dan berarti?”
“lihatlah jauh kesana. Saudaramu yang tertimpa kemalangan dan dalam peperangan. Apakah yang akan kau lakukan ini berarti?”

“Agh, bukankah manusia itu mempunya takdir masing-masing.”
“salah mereka, bila hal itu terjadi. Toh jaman sekarang mereka sibuk dengan kepentingan masing-masing. Apa salahnya kau sedikit memanjakan diri.”

“Sudahlah. Aku pusing mendengar ocehan kalian.”
“Begini saja. Sebelum sampai kerumah kita nonton kembang api dulu. Tapi jangan sampai jam dua belas malam karena awan pekat diatas nampaknya tidak bersahabat. Bagaimana? Sepakat? kalau tidak kalian pulang sendiri saja. Aku tidak mau kehujanan.”
“iya-iya.” angguk mereka.
“susah juga nebeng orang keras kepala” erang mereka dalam [ ]

17 Komentar

  1. Siapa yang sakit Wan?
    Gurumu?

    @ Iya. Guru yang hampir saja terlupakan.

  2. Perdebatan menarik,
    Sampai sekarang saya termasuk orang yang tidan senang ikut konvoi tahun baruan.
    Saya heran apa enaknya merangkak perlahan di tengah kerumunan massa dan ledakkan petasan memekakkan telinga.
    Ah, bagi saya mending tidur-tiduran di kost atau nonton filem (waktu kuliah di bjm dulu).

    @ Kalau saya bang. Hal yang paling saya benci adalah kemacetannya.

  3. ada suka, ada luka,
    smoga yg semua sakit cepet sembuh,
    ya

    @ amin..n…n…n

  4. posting akhir tahun ?
    kalo postinga akhir tahun harus publish pada pukul 00.00 Wita

  5. semoga bu gurunya cepat diberi kesembuhan.

    selamat tahun baru, semoga tahun ini lebih menceriakan

    (*malam tahun baru, bulannya blm keliatan mas… :)

    @ oh iya kemarin gelap ya. Maksudnya sinar bulan yang lain

  6. Tahun 2008 guru SD hampir terlupakan….
    Tahun 2009?

    @ he..he..he…tau aja aku pelupa ya

  7. met tahun baru bro…

    @ sama-sama coey

  8. buset.. aku juga gak tau kabar guru-guruku dahulu. Salute 4 u

    @ Lah, ditengokin dong mas

  9. Semoga Guru nya bisa cepet sembuh yah…
    Guru SD??? uda lama gak ketemu… Salut deh ^_^

    @ Iya. Dan hampir saja menjadi dosa besar apabila terlupakan

  10. ikut doanya aja ahh…semoga

    @ aminnnnn

  11. Kok gak mampir ke radio ku wan??, kan bisa tahun baruan bareng.. huhu.. salam aja buat yg sakit.. cepat sembuuuuh..

    @ Iya-iya…… tahun depan deh *cekikikan*

  12. moga ibu guru na cepat sembuh… amien..

    @ Amin… kabar terakhir.. beliau sudah pulang…. mau ikut besuk???

  13. bang…………..
    met akhir pekan
    salam hangat selalu

  14. salam kenal…
    boleh tukeran link?

    @ salam kenal. Tukaran link?? Silahkan…

  15. Kunjungan lagi nah..
    Maaf link yang kemarin salah memasukan url blog saya..
    Salam untuk dik Syafwan…

    @ Salam kenal bang. Pantes kemarin ulun buka kok ke wordpress ya. he..he… gimana kabarnya. Mudah-mudahan sehat

  16. Wah wah gmn kbr gurunya?dah smbuh?doa ajaneh … Mlm thn bru asyiknya nonton film drmh.tp ribut suara petasan ieh…

    @ lah, nga ngajak-ngajak. film baru ya.

  17. di waktu yang sama, agresi Israel menembus Jalur Gaza, dimana umatmu wahai nabiyullah ? berpesta-pora menyambut tahun baru ? Alloh Alloh Alloh


Tulis sebuah Komentar

*
*