Seperti mimpi, cerita ini akhirnya selesai dan diterbitkan di Radar Banjarmasin, Minggu 19 Oktober 2008.
“Laki-laki, Kupu-kupu, dan laut,” sepertinya akan menjadi stimulus baru yang mengobarkan semangatku.
Menyadarkan diriku untuk lebih mengenal siapa aku? “laki-laki yang terbang di bawah tekanan”
Laki-laki itu masih duduk berselimut kabut malam. Kepalanya mendongak menatap taburan bintang di langit yang cerah malam ini. Gemuruh ombak kian mengerang, air laut ditarik sinar rembulan. Sudah satu minggu aku melihatnya di sana. Duduk di atas sebuah batu karang. Entah apa penyebabnya, sehingga dia selalu ada di tempat yang sama ketika matahari lelah membakar pantaiku, di sebuah desa kecil pesisir bernama Malindo.
Baca Lebih Lanjut »



